Multatuli Max Havelaar, of de koffij-feilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappij / Multatuli Amsterdam: J. D. Ruyter, 1860. 488 p. : 14 x 21cm.
"Max Havelaar karangan Multatuli, buku terbesar kesusasteraan Belanda ..."
(Dr. Pieter Steinz, Direktur Nederlands Letterfonds, Amsterdam)
Buku ini dikarang Multatuli (Eduard Douwes Dekker) pada tahun 1859 di Belgia. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1860 dalam bahasa Belanda dengan judul "Max Havelaar, of de koffij-feilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappij." Menceritakan tentang perlawanan seorang pegawai pemerintah kolonial Belanda dengan jabatan asisten Residen di Lebak, bernama Max Havelaar, terhadap kekejaman sistem kolonial Belanda.
Kolonialisme yang dilakukan oleh Vereenigde Oost-Indische Compagnie in Dutch (V.O.C) kepada rakyat pribumi merupakan tindakan kesewenangan, ketidak adilan, dan penindasan oleh penguasa setempat dan pemerintahan kolonialisme. Penindasan yang dilakukan seperti pungutan-pungutan liar, penetapan kebijakan Tanam Paksa atau Cultuurstelsel, dan penarikan pajak yang dilakukan secara paksa. Perlakuan ini membuat Max Havelaar marah, kecewa, dan prihatin atas penderitaan rakyat pribumi, khususnya di Lebak.
Terlepas dari persoalan birokrasi pemerintahan dan kekuasaan serta politik kolonial, buku ini memuat drama tentang Saidjah dan Adinda yang sangat menyentuh. Buku ini termasuk bagian dari karya sastra dunia dan menjadi pemicu awal pergerakan nasionalis terhadap kolonialisme Belanda di Indonesia setelah 1945.
